Bukan Hanya Gula Darah: Penderita Diabetes Wajib Perhatikan Asupan Vitamin B12

oleh -39 Dilihat
Ilustrasi
banner 468x60

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

TOURSEHAT.COM-Pengelolaan diabetes melitus saat identik dengan pembatasan konsumsi karbohidrat, pemantauan kadar glukosa darah mandiri, dan kepatuhan minum obat penurun gula darah. Namun, ada satu aspek krusial yang sering kali luput dari perhatian pasien maupun keluarga yaitu kecukupan Vitamin B12.

banner 336x280

Bagi penderita diabetes, vitamin ini bukan sekadar suplemen tambahan, melainkan pelindung penting bagi sistem saraf tubuh.

Penderita diabetes, terutama tipe 2, punyai risiko tinggi mengalami kekurangan vitamin B12. Salah satu pemicu utamanya adalah penggunaan Metformin, yang paling sering diresepkan untuk mengontrol gula darah.

Konsumsi Metformin dalam jangka panjang dapat mengganggu mekanisme penyerapan vitamin B12 di usus halus. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa memicu defisiensi kronis yang jika dibiarkan akan memperburuk kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Dampak Buruk Ganda pada Saraf (Neuropati)
Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak pembuluh darah kecil yang menyuplai nutrisi ke saraf. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.

Jika tubuh juga kekurangan vitamin B12—yang berfungsi sebagai bahan baku utama pembentuk selubung pelindung saraf (mielin)—maka kerusakan saraf akan terjadi jauh lebih cepat dan parah. Akibatnya, penderita akan mengalami gejala komplikasi seperti kesemutan yang intens di ujung jari tangan atau kaki.

Terjadinya mati rasa atau kebas, yang berbahaya karena membuat pasien tidak sadar jika kakinya terluka. Rasa nyeri atau seperti terbakar yang sering kali memburuk di malam hari.

Selain merusak saraf, kekurangan B12 juga dapat memicu anemia megaloblastik yang membuat penderita diabetes merasa sangat lemas, cepat lelah, dan kekurangan energi sepanjang hari.

Langkah Preventif untuk Penderita Diabetes
Menjaga keseimbangan nutrisi mikro sama pentingnya dengan menjaga angka di alat cek gula darah. Berikut adalah langkah yang sangat disarankan:

1. Skrining Berkala: Mintalah dokter Anda untuk melakukan cek darah guna memantau kadar vitamin B12 minimal setahun sekali, terutama jika Anda sudah mengonsumsi Metformin lebih dari 3 tahun.
2. Nutrisi Seimbang: Prioritaskan makanan kaya B12 yang aman untuk gula darah, seperti ikan salmon, daging sapi tanpa lemak, telur, dan susu atau yoghurt rendah lemak.
3. Suplementasi Medis: Jangan mendiagnosis diri sendiri. Jika hasil laboratorium menunjukkan kadar B12 Anda rendah, dokter biasanya akan meresepkan suplemen B12 oral (seperti methylcobalamin) atau memberikan opsi suntikan jika gangguan penyerapan di lambung sudah cukup parah.****

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.