Menjemput Kabut Kebiruan di Lembah Kapas Biru Lumajang

oleh -5 Dilihat
Ilustrasi
banner 468x60

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

TOURSEHAT.COM-Suara gemuruh air lamat-lamat memecah keheningan hutan tropis di lereng selatan Gunung Semeru. Udara pagi itu terasa menusuk kulit, menyisakan sisa-sisa embun yang bergelantungan di pucuk daun pakis.

banner 336x280

Di tengah jalan setapak tanah selebar satu meter, beberapa pelancong tampak mengatur napas yang memburu. Mereka baru saja menyelesaikan setengah perjalanan menuruni tebing curam dengan sudut kemiringan hampir 45 derajat.

Namun, keletihan itu luruh seketika begitu pandangan terbuka lebar menatap sebuah mahakarya alam di Dusun Mulyoharjo, Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Berdiri megah di balik dinding batu cadas berwarna cokelat kemerahan, seutas air raksasa setinggi 100 meter menghujam deras ke bumi. Alirannya begitu padat dan putih bersih, bergumpal-gumpal menyerupai kapas yang dijatuhkan dari langit.

Uniknya, ketika deburan air tersebut pecah membentur bebatuan purba di bawahnya, partikel air yang melayang menciptakan bias gradasi semu kebiruan saat diterpa cahaya. Fenomena magis inilah yang membuatnya abadi dengan nama Air Terjun Kapas Biru.

Magnet Baru Wisman
Daya tarik magis Kapas Biru kini tidak lagi menjadi rahasia lokal. Keindahannya yang eksotis belakangan kian santer memikat mata internasional, salah satunya berkat kunjungan masif gelombang wisatawan asal Asia Timur.

Di sudut bibir sungai yang jernih, Chen Xiao (28), seorang pelancong asal Guangzhou, China, terlihat tak henti-hentinya mengagumi bidikan gambar di kamera DSLR miliknya. Ia rela terbang ribuan kilometer demi menyaksikan langsung lanskap yang selama ini hanya ia lihat lewat layar gawai.

“Ini sangat luar biasa dan magis. Di negara saya ada banyak air terjun, tetapi tidak ada yang memiliki atmosfer se-liar dan se-asri ini,” ujar Chen dalam bahasa Inggris yang terbata-bata, sembari menyeka rintik air yang membasahi wajahnya.

“Perjalanan menuruni tebing tadi memang sangat melelahkan, tapi saat Anda berdiri tepat di depan air terjun ini, semuanya terbayar lunas. Ini adalah wajah Indonesia yang paling jujur dan indah.”

Semburan angin kencang yang membawa uap air dingin (mist) di sekitar air terjun memang memaksa setiap pengunjung bersiap untuk basah kuyup. Namun, hal itu justru menjadi sensasi penyegar yang dicari pasca melakukan trekking melelahkan sejauh satu kilometer.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.