Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
TOURSEHAT.COM-Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) resmi mengeluarkan peringatan kesehatan perjalanan Level 2 (Practice Enhanced Precautions) untuk wilayah Bali, Indonesia, menyusul laporan peningkatan kasus infeksi virus Zika pada wisatawan yang baru kembali dari pulau tersebut.
Peringatan yang juga dikonfirmasi melalui pemberitahuan kesehatan (Health Alert) oleh Kedutaan Besar AS di Jakartaini menyoroti risiko penularan virus melalui gigitan nyamuk Aedes serta hubungan seksual. Meski sebagian besar orang yang terjangkit menunjukkan gejala ringan seperti demam atau bahkan tanpa gejala sama sekali.
CDC memberikan perhatian khusus terhadap risiko kesehatan bagi wanita hamil dan pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Infeksi Zika selama masa kehamilan diketahui berkaitan dengan potensi cacat lahir yang serius pada janin.
Menanggapi status Level 2 ini, otoritas kesehatan dan pariwisata menekankan bahwa imbauan tersebut merupakan bentuk peningkatan kewaspadaan (enhanced precautions) dan panduan proteksi mandiri, bukan sebuah larangan kunjungan total ke destinasi wisata Bali.
Virus Zika paling sering menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes yang terinfeksi . Virus ini juga dapat menyebar melalui hubungan seksual dari seseorang yang terinfeksi virus Zika kepada pasangan seksualnya. Virus Zika dapat ditularkan dari wanita hamil kepada janinnya dan dapat menyebabkan cacat lahir .
Para pelancong yang berkunjung ke Bali diimbau untuk konsisten menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti menggunakan losion antinyamuk yang mengandung DEET, mengenakan pakaian lengan dan celana panjang, serta menjaga keamanan seksual selama dan sekembalinya dari perjalanan. Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk mengatasi virus Zika, sehingga pencegahan gigitan nyamuk menjadi pertahanan utama bagi setiap wisatawan. ****













