Ayo Wisata ke Chengdu Ibukota Panda

oleh -9 Dilihat
Patung panda menyambut turis
banner 468x60

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

TOURSEHAT.COM-Chengdu mungkin identik dengan panda. Namun, di balik tingkah menggemaskan satwa berbulu hitam-putih itu, kota di Provinsi Sichuan, China, berhasil membangun industri pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

banner 336x280

Tak berlebihan jika Chengdu dijuluki sebagai “ibu kota panda”. Kota ini menjadi rumah bagi Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, pusat konservasi dan penangkaran panda yang setiap tahun menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai negara.

Bagi banyak pelancong, melihat panda dari dekat bahkan menjadi alasan utama datang ke Chengdu. Dari anak-anak hingga wisatawan mancanegara rela mengantre sejak pagi untuk menyaksikan aktivitas panda, mulai dari makan bambu hingga bermain di area konservasi.

Namun, daya tarik Chengdu tidak berhenti pada panda.

Pemerintah setempat berhasil mengembangkan ekosistem wisata yang membuat pengunjung betah tinggal lebih lama. Wisatawan yang datang untuk melihat panda biasanya juga menikmati kuliner khas Sichuan yang terkenal pedas, menjelajahi kawasan bersejarah, hingga menyaksikan pertunjukan opera Sichuan dengan atraksi pergantian topeng atau bian lian.

Kota ini juga menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata populer di Provinsi Sichuan, seperti Jiuzhaigou, Gunung Emei, hingga Leshan Giant Buddha. Kombinasi wisata alam, budaya, dan kuliner membuat Chengdu menjadi salah satu destinasi favorit di China.

Panda Hua Hua paling populer se dunia

Dampaknya terasa langsung terhadap perekonomian lokal. Kehadiran jutaan wisatawan setiap tahun menghidupkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga industri kreatif yang menjual berbagai produk bertema panda.

Ikon panda pun tak hanya hadir di kawasan konservasi. Karakter satwa langka tersebut menghiasi berbagai sudut kota, mulai dari mural, patung, kafe, hingga toko suvenir. Panda telah menjadi identitas sekaligus aset ekonomi bagi Chengdu.

Keberhasilan Chengdu menunjukkan bahwa konservasi satwa liar tidak harus bertentangan dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, upaya melindungi panda justru mampu menciptakan nilai tambah bagi pariwisata, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat citra kota di mata dunia.

Tak heran jika Chengdu kini dikenal bukan hanya sebagai rumah bagi panda, tetapi juga sebagai contoh sukses bagaimana konservasi dapat diubah menjadi “tambang emas” bagi industri pariwisata.

Pusat Konservasi

Didirikan pada tahun 1987 dan diperluas pada tahun 2023, Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu adalah fasilitas konservasi nirlaba yang didukung oleh pemerintah Tiongkok.

Selain mengembangbiakkan panda, pusat ini juga melakukan penelitian genetika, menyediakan perawatan veteriner, melatih panda sebelum melepaskannya kembali ke alam liar, dan mengoperasikan museum khusus yang didedikasikan untuk spesies tersebut. Pariwisata dipandang sebagai sumber pendanaan untuk konservasi dan pendidikan masyarakat, bukan sekadar untuk memamerkan hewan-hewan tersebut.

Pembentukan pusat ini berawal dari krisis pada tahun 1980-an, ketika fenomena bambu yang berbunga dan mati secara massal di pegunungan Minshan dan Qionglai menyebabkan banyak panda liar mati kelaparan.

“Kami menemukan lebih dari 100 bangkai panda di hutan dengan perut yang benar-benar kosong. Itulah mengapa pemerintah membangun pusat ini untuk melindungi panda,” cerita Ibu Zhao.

Saat ini, bersama dengan fasilitas konservasi lainnya di Sichuan, pusat ini berkontribusi dalam menjaga populasi panda di alam liar sekaligus menyambut jutaan pengunjung setiap tahunnya.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.