Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
TOURSEHAT.COM-Tidak hanya warga Indonesia yang ingin tahu mana lebih baik obat generik atau obat paten?? Banyak warga Australia yang juga ragu saat harus memilih antara obat generik dan obat bermerek (seperti Panadol) di apotek. Meskipun obat generik jauh lebih murah, ada kekhawatiran dari masyarakat bahwa harga yang murah berarti kualitas dan khasiatnya lebih rendah.
Namun, Prof Andrew McLachlan AM (Pimpinan Klinis di Pharmaceutical Society of Australia) menegaskan bahwa obat generik di Australia memiliki standar tinggi yang persis sama dengan obat bermerek asli. Tanpa memenuhi standar ketat tersebut, obat generik tidak akan diizinkan beredar di pasar Australia oleh badan pengawas obat setempat (Therapeutic Goods Administration / TGA).
Perbedaan Obat Bermerek dan Generik?
* Obat Bermerek (Inovator): Menurut Liz de Somer (Kepala Eksekutif Medicines Australia), obat bermerek adalah versi asli yang pertama kali masuk ke pasar. Proses pembuatannya sangat mahal dan lama, membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun serta biaya riset mencapai $2,5 miliar. Bahkan, dari 10.000 kandidat obat, biasanya hanya satu yang berhasil lolos dan disetujui untuk pasien. Karena investasi awal yang besar inilah obat bermerek menjadi mahal.
* Obat Generik: Setelah hak paten obat bermerek habis (biasanya setelah 20 tahun), perusahaan lain boleh membuat tiruannya. Obat generik bisa jauh lebih murah karena perusahaan tidak perlu membayar biaya riset awal.
Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien
Meskipun bahan aktifnya dijamin 100% sama dan memberikan efek yang sama, Prof Andrew McLachlan menjelaskan bahwa obat generik mungkin menggunakan bahan non-aktif (eksipien) yang berbeda. Hal ini bisa mengubah bentuk, warna, atau rasa obat.
Beberapa pasien mungkin memiliki alergi terhadap bahan non-aktif tertentu seperti laktosa atau gluten. Oleh karena itu, pemilihan obat sering kali harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing pasien melalui konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Prof Andrew McLachlan juga mengingatkan risiko kebingungan saat berganti merek karena kemasannya yang berbeda. Pasien dikhawatirkan tidak sengaja meminum dosis ganda karena mengira itu adalah dua obat yang berbeda. Ia menyarankan setiap orang mencatat daftar obat, bahan aktif, dan kegunaannya secara rutin.
Bahaya Tren Obat Impor Online
Di tahun 2026, pembelian obat secara online semakin marak, terutama dipicu oleh tren klinik penurunan berat badan jarak jauh (telehealth) dan penggunaan peptida ilegal di media sosial. Prof Andrew McLachlan memberikan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak tergiur obat murah dari luar negeri.
Obat-obatan yang masuk ke Australia tanpa lewat jalur resmi TGA tidak terjamin keamanannya dan membawa risiko kesehatan yang tinggi bagi konsumen. Sama halnya di Australia demikian juga berlaku di Indonesia. Teliti kalau ada BPOM, juga sertifikasi halal maka amanlah.****














